Penjadwalan Round Robin

ü  Penjadwalan Round Robin (RR)
Penjadwalan ini tanpa prioritas, dengan preempsi. Secara bergiliran berdasarkan antrian (tanpa prioritas) prosesor melayani sejenak setiap proses tergantung besarnya quantum waktu. Secara berturut-turut proses yang dilayani prosesor dan belum rampung akan kembali ke akhir antrian yang ada, sehingga pergiliran ini berputar seperti gelang. Dan hanya proses yang telah rampung terlayani yang meninggalkan prosesor dan antrian tersebut. Jadi setiap proses dilayani selama quantum waktu tertentu secara bergiliran.
Contoh dengan Q = 3

Nama Proses

Saat

Tiba

Lama Proses

Saat Mulai

Saat Rampung

Lama Tanggap

A

0

7

B

0

5

C

0

8

D

0

2

E

0

6

 

 

 

Nama Proses

Saat

Tiba

Lama Proses

Saat Mulai

Saat Rampung

Lama Tanggap

A

0

7

0

26

26

C

0

5

3

19

19

B

0

8

6

28

28

E

0

2

9

11

11

D

0

6

11

25

25

S = 28

S Ti

109

Tr

21.8

 

Dengan Q = 2

Nama Proses

Saat

Tiba

Lama Proses

Saat Mulai

Saat Rampung

Lama Tanggap

A

0

5

B

1

3

C

5

7

D

6

1

E

7

6

 

  A B       C D E                              
  ¯ ¯       ¯ ¯ ¯                              
Saat

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

Proses

A

A

B

B

A

A

B

C

C

D

E

E

A

C

C

E

E

C

C

E

E

C

 

 

Nama Proses

Saat

Tiba

Lama Proses

Saat Mulai

Saat Rampung

Lama Tanggap

A

0

5

0

13

13

B

1

3

2

7

6

C

5

7

7

22

17

D

6

1

9

10

4

D

7

6

10

21

14

S Ti

54

Tr

10,4

Ketentuan algoritma round robin adalah sebagai berikut:
1.   Jika kwanta habis dan proses belum selesai maka proses menjadi runable dan pemroses    dialihkan ke poses lain.
2.   Jika kwanta belum habis dan proses menunggu suatu kejadian (selesainya operasi I/O), maka proses menjadi blocked dan pemroses dialihkan ke proses lain.
3.   Jika kwanta belum habis tapi proses telah selesai maka proses diakhiri dan pemroses dialihkan ke proses lain.

Algoritma penjadwalan ini dapat diimplementasi sebagai berikut:
– Mengelola senarai proses ready (runnable) seusai urutan kedatangan.
– Ambil proses yang berada diujung depan antrian menjadi running.
– Bila kwanta belum habis dan proses selesai maka ambil proses diujung depan antrian proses ready.
– Jika kwanta habis dan proses belum selesai maka tempatkan proses running ke ekor antrian proses ready dan ambil proses diujung depan antrian proses ready.

Masalah penjadwalan ini adalah menentukan besar kwanta, yaitu:
–  Kwanta terlalu besar menyebabkan waktu tanggap besar dan turn arround time rendah.
– Kwanta terlalu kecil mengakibatkan peralihan proses terlalu banyak sehingga menurunkan efesiensi pemroses.
Harus ditetapkan kwanta waktu yang optimal berdasar kebutuhan sistem terutama dari hasil percobaan atau data historis. Besar kwanta waktu beragam bergantung beban sistem.

Berdasarkan kriteria penilaian penjadwalan:
– Fairness
Penjadwalan RR adil bila dipandang dari persamaan pelayanan oleh pemroses.
– Efesiensi
Penjadwalan RR cenderung efesien pada sistem interaktif.
– Waktu tanggap
Penjadwalan RR memuaskan untuk sistem interaktif, tidak memakai untuk sistem waktu nyata.
– Turn Arround Time
Penjadwalan RR cukup bagus.
– Throughput
Penjadwalan RR cukup bagus
Penggunaan:
– Cocok untuk sistem interaktif-time sharing dimana kebanyakan waktu dipergunakan   menunggu kejadian eksternal. Contoh ; text-editor, kebanyakan waktu program adalah menunggu keyboard, hingga dijalankan proses-proses lain.
– Tidak cocok untuk sistem real-time.

Penjadwalan dengan prioritas berubah-ubah

Penjadwalan yang menggunakan prioritas dapat diubah-ubah menjadi prioritas lainnya.

  1. Penjadwalan tanpa preempsi dengan prioritas berubah-ubah  P = f(s,t,u)

Dengan :            p = prioritas;                s = waktu sia sia;

t = lama proses            u = tarif sewa

  1. Penjadwalan dengan preempsi dengan prioritas berubah-ubah (PGPB = putar gelang prioritas berubah-ubah) dimana prioritas tergantung pada proses lama dan proses baru, maka jika : a = koefisien untuk proses lama dan b = koefisien untuk proses baru,

b/a = 1 Þ prioritas sama

b/a = 0 Þ prioritas lama

b/a < 1 Þ prioritas baru < lama
b/a > 1 Þ prioritas baru > lama

 

Kesimpulan :

Tanpa

Prioritas

Dengan

Prioritas

Tanpa

Preempsi

PTPD

PTD / RPTD

Dengan

Preempsi

PG

PTDP

Penjadwalan Multitingkat

v  Proses dibedakan tingkatnya berdasarkan kepentingannya.

v  Penjadwalan pada tiap tingkat dapat bermacam-macam.

v  Pada antrian multi tingkat berbalikan, tingkat satu dan lainnya saling berhubungan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s